Close up of friends with circle of smart phones.

Teknologi Menjembatani Demokrasi

Angin demokratisasi sedang melanda belahan dunia yang paling merindukannya. Inilah yang terjadi beberapa waktu terakhir di kawasan Timur Tengah: sejumlah negara yang dikuasai oleh para diktator selama puluhan tahun mulai memerdekakan dirinya dari kekuatan tangan besi para tiran. Banyak di antaranya menyebutkan satu alat yang memungkinkan semuanya: cara mereka berkomunikasi melalui teknologi.

Teknologi yang tersedia kini memudahkan setiap orang untuk berbagi dan mengomsumsi informasi. Dengan layanan jaringan sosial, peristiwa yang terjadi di suatu tempat dapat dengan mudah diketahui banyak orang di tempat lain. Hal semacam ini yang membuat gerakan-gerakan demokrasi di belahan-belahan dunia tersulit sekalipun menjadi mungkin.

Ketika banyak negara pesimis akan kemungkinan terjadinya ‘pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,’ mereka mengakses jaringan sosial Facebook dari ponsel pintar dan komputer jinjing mereka, mengumpulkan massa untuk bersama-sama menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap rezim berkuasa. Mereka yang masih berambisi duduk di takhta kekuasaan kemudian melarang pers bebas untuk menyiarkan suara-suara kemerdekaan ini ke dunia luar. Orang-orang biasa yang kemudian memiliki akses teknologi menggunakan segala alat yang mereka miliki untuk menyebarkan gerakan mereka: dengan ponsel pintar mereka merekam segala aksi yang mereka lakukan, melakukan proses editing di komputer jinjing mereka, kemudian mengunggahnya ke dalam internet, sehingga membuka mata bangsa-bangsa. Bahkan ketika kemudian jaringan internet diputus, atau ada ancaman untuk melakukan sensor terhadap jaringan sosial sekalipun, mereka tetap teguh berjuang.

Di sinilah teknologi berperan dalam cara yang sulit kita pahami beberapa tahun lalu. Sekecil apapun akses terhadap teknologi yang mereka miliki membuka mata mereka terhadap demokrasi yang sedang dinikmati negara-negara lain. Ketika seorang pemuda membakar dirinya di Tunisia, gambarnya tersebar melalui jaringan internet, dan menyulut gerakan demokrasi menumbangkan Presiden Ben Ali. Ketika Mesir semakin terisolasi oleh pembatasan rezim berkuasa, kekuatan para pengguna Facebook dan para blogger membuat dunia sadar bahwa Presiden Mubarak akan segera turun. Ketika rezim berkuasa malah menggunakan kekerasan untuk menghambat keinginan rakyat, rekaman-rekaman kekerasan yang dilakukan tentara Presiden al-Assad di Suriah meningkatkan intensitas tekanan dunia akan mendesaknya transisi menuju demokrasi yang damai.

Banyak dari kita cukup beruntung hidup di alam demokrasi. Teknologi, di bagian dunia yang satu ini, digunakan untuk menjadi alat demokrasi dan simbol kebebasan berekspresi. Ketika muncul upaya-upaya untuk membatasi kebebasan terhadap teknologi, misalnya penyadapan, kontrol pemerintah atas penggunaan ponsel pintar, sampai undang-undang untuk membatasi kreativitas rakyat, semakin ditentang menggunakan alat-alat teknologi yang bisa diakses siapapun.

Semakin maju teknologi di hadapan kita, semakin mudah akses terhadapnya, semakin mendorong banyak pemimpin untuk berhati-hati, seolah-olah suatu hari cara-cara ini akan digunakan untuk menjatuhkan mereka. Saat rakyat ingin banyak media ekspresi dan kreativitas, di berbagai belahan dunia pemerintah mengusahakan sensor dan upaya kontrol atas penggunaan teknologi, dengan alasan persatuan dan kesatuan negara. Padahal, teknologi tidak lebih dari suatu media penting untuk menyalurkan aspirasi rakyat, entah baik ataupun buruk.

Jika kini ada ‘pilar demokrasi’ yang baru, teknologi mungkin akan jadi kandidat yang baik. Ketika negara tersebut belum menganut sistem demokrasi, teknologi akan digunakan untuk mencapai tujuan demokratisasi. Ketika demokrasi sudah akrab dengan telinga masyarakat, teknologi akan digunakan untuk memperkuat demokrasi sebagai alat ekspresi dan alat kontrol terhadap para penguasa. Inilah keindahan teknologi ketika digunakan untuk proses demokrasi. Dan apa yang kita lihat kini mungkin baru awalnya saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s