Tim nasional sepakbola Indonesia yang berlaga pada Piala AFF 2010.

Tim nasional sepakbola Indonesia yang (pernah) jaya

Tanggal kabisat tahun 2012 ini tentu sangat mengerikan bagi tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia. Bagaimana tidak, tanggal tersebut mencatatkan rekor kekalahan terbesar Indonesia sepanjang sejarah berdirinya federasi sepakbola Indonesia. Sepuluh gol tanpa balas merobek gawang Indonesia. Bukan salah para pemain memang, dan ini bukan forum menyalahkan siapa-siapa. Tulisan ini akan mengulas secara singkat sejarah timnas sepakbola Indonesia, yang pernah sangat mengesankan, sebelum tiba pada masa kelabunya saat ini.

1921 Catatan pertandingan internasional resmi pertama timnas sepakbola Indonesia adalah kala masih bernama Hindia Belanda, melawan tim Singapura, menang 1-0. Sedikit membingungkan, pertandingan ini tidak diakui oleh PSSI.

1930 Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berdiri.

1934 Tim sepakbola Jawa berkompetisi dalam Far Eastern Games di Manila, Filipina. Dalam kompetisi sepakbola, tim Jawa merepresentasikan wilayah Hindia Belanda dan menduduki peringkat kedua. Far Eastern Games kemudian berevolusi menjadi Asian Games.

1938 Timnas sepakbola Hindia Belanda menjadi timnas sepakbola Asia pertama yang berpartisipasi dalam Piala Dunia, saat itu diselenggarakan di Perancis. Dalam pertandingan pertama, timnas sepakbola Hindia Belanda menghadapi timnas sepakbola Hungaria (yang kemudian menjadi runners-up kompetisi tersebut), dan dihajar habis 6-0. Timnas sepakbola Hindia Belanda kala itu memiliki kombinasi yang cukup unik: kelompok Melayu, Tionghoa, dan Belanda bermain bersama di bawah satu bendera.

1950 Timnas sepakbola Hindia Belanda (perhatikan bahwa timnas sepakbola Indonesia baru disebut Indonesia dalam tingkat Piala Dunia pada 1958) berkesempatan berpartisipasi dalam Piala Dunia 1950 di Brasil, tapi mengundurkan diri karena harus melakukan kualifikasi melawan Israel.

1951 Timnas sepakbola Indonesia berpartisipasi dalam Asian Games I di India. Dalam pertandingan pertama, kalah 3-0 menghadapi tuan rumah dan langsung tersingkir.

1954 Timnas sepakbola Indonesia menaklukkan Jepang 2-5 dalam babak penyisihan Asian Games di Filipina. Indonesia lolos sebagai juara grup. Di fase semifinal, Indonesia ditaklukkan Republik Cina (Taiwan) 4-2.

1956 Salah satu babak bulan madu dalam sejarah sepakbola Indonesia pada Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne, Australia. Timnas sepakbola Indonesia berhasil menahan imbang 0-0 timnas sepakbola Uni Soviet, yang merupakan salah satu raksasa sepakbola dunia. Dalam pertandingan ulang, Uni Soviet akhirnya menang 4-0. Hasil imbang melawan Uni Soviet sering dianggap sebagai salah satu momen terindah sepakbola Indonesia. Di sisi lain, dalam pertandingan Australia melawan India dalam fase yang sama, kontroversi muncul akibat wasit asal Indonesia yang tercatat memiliki kendala bahasa, sehingga sulit berkomunikasi dengan para pemain.

1958 Timnas sepakbola Indonesia mengundurkan diri dari kualifikasi Piala Dunia karena harus menghadapi Israel dalam kualifikasi. Ini adalah kesekian kalinya timnas sepakbola Indonesia tidak memanfaatkan kesempatan mengikuti kualifikasi Piala Dunia karena pandangan politis. Hal yang sama akan terulang pada tahun 1962. Di tahun yang sama, dalam kompetisi Asian Games di Jepang, timnas sepakbola Indonesia memperoleh medali perunggu setelah mengalahkan India dalam pertandingan perebutan medali perunggu 4-1.

1962 Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games di Jakarta. Asian Games ini dikecam karena Pemerintah Indonesia melarang Israel dan Republik Cina (Taiwan) untuk berpartisipasi karena alasan politik. Timnas sepakbola Indonesia gagal bersinar, tidak lolos ke babak semifinal.

1972 Timnas sepakbola Indonesia mencatatkan rekor kemenangan dengan margin terbesar, yaitu 12 gol, ketika menjebol gawang Filipina 12 gol tanpa balas. Rekor ini direplikasi 30 tahun kemudian.

1974 Timnas sepakbola Indonesia kalah dari Denmark 0-9, pada saat itu merupakan rekor kekalahan terbesar timnas sepakbola Indonesia dalam pertandingan internasional. Rekor ini akan dipecahkan pada tahun 2012.

1977 Dalam Pesta Olahraga Bangsa-bangsa Asia Tenggara (SEA Games) pertama yang diadakan di Malaysia, timnas sepakbola Indonesia menjadi semifinalis bersama Myanmar.

1979 Jakarta menjadi tuan rumah SEA Games kedua. Timnas sepakbola Indonesia menjadi runners-up setelah dikalahkan 0-1 oleh Malaysia di final.

1981 SEA Games ketiga diadakan di Manila, Filipina. Timnas sepakbola Indonesia memperoleh medali perunggu setelah di pertandingan perebutan medali perunggu mengalahkan Singapura 2-0.

1986 Timnas sepakbola Indonesia menduduki peringkat keempat dalam Asian Games yang diadakan di Korea Selatan, setelah pada pertandingan perebutan medali perunggu dihajar Kuwait 0-5.

1987 Timnas sepakbola Indonesia memperoleh medali emas pertama dalam SEA Games setelah mengalahkan Malaysia 1-0 setelah melalui babak perpanjangan waktu.

1989 Medali perunggu dibawa pulang timnas sepakbola Indonesia dari SEA Games di Malaysia setelah mengalahkan Thailand 9-8 melalui adu tendangan penalti.

1991 Menandakan terakhir kalinya Indonesia memperoleh medali emas di SEA Games, setelah mengalahkan Thailand 4-3 melalui adu tendangan penalti.

1996 Partisipasi timnas Indonesia pertama kali di Piala Asia, kala itu diadakan di Persatuan Emirat Arab. Timnas sepakbola Indonesia hanya mendapat 1 poin dari 3 pertandingan, hasil imbang melawan Kuwait. Pada tahun yang sama, Piala Tiger pertama kali diadakan, yaitu sebuah turnamen sepakbola antar negara-negara Asia Tenggara yang diadakan dua tahun sekali. Indonesia mendapatkan peringkat keempat setelah kalah dalam pertandingan perebutan juara ketiga oleh Vietnam 2-3. Pada tahun ini, Indonesia mencatatkan rekor peringkat dunia FIFA tertinggi, yaitu peringkat 76 dunia.

1997 Indonesia kembali menjadi tuan rumah SEA Games di Jakarta. Timnas sepakbola Indonesia hanya mendapatkan medali perak setelah kalah oleh Thailand dalam adu tendangan penalti 2-4.

1998 Patut dicatat sebagai salah satu tindak memalukan timnas sepakbola Indonesia pada Tiger Cup yang diadakan di Vietnam. Dalam pertandingan penentuan fase grup, Thailand dan Indonesia berusaha ‘main mata’ untuk menghindari bertemu Vietnam di semifinal. Setelah skor 2-2 sepanjang 90 menit, pemain bertahan Indonesia, Mursyid Effendi, secara sengaja menciptakan gol bunuh diri. Dengan Thailand menang 3-2, Thailand bertemu Vietnam, dan Indonesia bertemu Singapura (yang dianggap lawan lebih mudah). Di fase semifinal, baik Thailand maupun Indonesia kalah oleh lawan masing-masing.

1999 SEA Games diadakan di negeri nan kaya Brunei Darussalam. Timnas sepakbola Indonesia mendapatkan medali perunggu setelah pada pertandingan perebutan medali perunggu mengalahkan Singapura 4-2 pada adu tendangan penalti.

2000 Dalam partai final Tiger Cup melawan Thailand, timnas sepakbola Indonesia kalah 1-4 oleh Thailand.

2002 Indonesia lagi-lagi gagal memperoleh gelar juara setelah pada final Tiger Cup menghadapi Thailand, dan kalah 2-4 dalam adu tendangan penalti. Dalam kompetisi tersebut, Indonesia mereplikasi rekor kemenangan terbesarnya dengan menghajar Filipina 13-1. Pertandingan ini turut menandai rekor gol terbanyak yang dicetak timnas sepakbola Indonesia.

2004 Timnas sepakbola Indonesia mencoba peruntungannya di Piala Asia di Cina. Timnas sepakbola Indonesia hanya mampu memperoleh 3 poin dari 3 pertandingan, hasil 1 menang melawan Qatar, menempatkannya dalam posisi 3 di grup. Pada tahun yang sama, Indonesia lagi-lagi menjadi runners-up setelah kalah melawan Singapura dalam pertandingan final dua leg.

2007 Timnas sepakbola Indonesia bermain ‘di kandang’ ketika menjadi tuan rumah bersama Piala Asia dengan Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Mengawali kompetisi dengan kemenangan heroik 2-1 melawan Bahrain, timnas sepakbola Indonesia tergabung dalam ‘grup neraka’ bersama Arab Saudi dan Korea Selatan. Meski bermain baik, timnas sepakbola Indonesia kalah 2-1 melawan Arab Saudi dan 1-0 melawan Korea Selatan, hanya menempati posisi 3 dalam grup. Pada tahun yang sama, Indonesia memperoleh salah satu hasil terburuknya dalam sejarah Kejuaraan Sepakbola ASEAN (penerus Tiger Cup) dengan tidak lolos dari fase grup.

2009 Untuk pertama kalinya dalam ajang SEA Games, yang tahun ini diadakan di Republik Rakyat Demokratik (RRD) Lao, timnas sepakbola Indonesia menjadi juru kunci setelah di antaranya kalah oleh tim yang relatif non-unggulan, tuan rumah RRD Lao.

2010 Sekali lagi, Indonesia berstatus ‘nyaris juara’ dalam Kejuaraan Sepakbola ASEAN. Tampil sangat meyakinkan di fase grup hingga semifinal, Indonesia dihajar Malaysia dalam pertandingan final 2 leg dengan agregat 2-4. Kompetisi ini menandakan pertama kalinya PSSI mengijinkan pemain hasil naturalisasi (pengalihan kewarganegaraan) untuk bergabung bersama timnas sepakbola Indonesia dalam kompetisi internasional.

2011 Timnas sepakbola Indonesia hanya memperoleh medali perak setelah dikalahkan secara cukup menyakitkan oleh Malaysia di partai final melalui adu tendangan penalti.

2012 Rekor kekalahan terburuk timnas sepakbola Indonesia yang bertahan selama 38 tahun akhirnya pecah setelah gawang Indonesia dijebol 10 kali tanpa balas oleh timnas sepakbola Bahrain dalam pertandingan terakhir babak ketiga penyisihan Piala Dunia 2014 kawasan Asia.

Ada lagi yang harus ditambahkan pada catatan sejarah ini? Tuliskan pada kolom komentar.

One thought on “Tim nasional sepakbola Indonesia yang (pernah) jaya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s