taksi-bluebird-bandung1

Lima Belas Menit Pelajaran Hidup dari Taksi

Disclaimer: Bagi Anda yang hendak membaca artikel ini, tenang saja, tujuan artikel ini tidak untuk promosi, atau untuk menceritakan sebuah drama. Hal ini baru saja saya alami satu jam yang lalu, dan ternyata menjadi sangat berkesan.

Untuk pulang ke rumah dari sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta memang tidak membutuhkan waktu lama. Jika mobil sedang tidak tersedia, taksi menjadi pilihan terbaik. Begitu pula dengan malam ini, sekitar pukul 19:30. Saya menumpang salah satu taksi Blue Bird Group, dan saya segera menuju ke rumah.

Selamat malam, Pak.

Setiap kali pengemudi taksi menyambut saya dengan ucapan salam, terasa seperti awal yang baik bagi perjalanan saya. Meskipun perjalanan saya akan jadi singkat, tidak ada salahnya melanjutkan dengan pembicaraan. Saya melakukan ‘protokol standar,’ mulai dari mengecek nomor lambung, nama pengemudi, dan sebagainya.

Mobil ini baru saja datang dari [nama sebuah brand mobil] jam setengah dua tadi. Makanya masih ada bau karet kan Pak? (diikuti tawa)

Mobil baru! Saya ternyata menunpang sebuah taksi baru yang dikemudikan oleh seorang ketua grup. Rupanya betul, pengemudi ini membawa mobilnya dengan senyum, dan menemani dengan pembicaraan ringan — termasuk di antaranya berbagai aspek mengenai pengemudi taksi ini yang saya belum pernah tahu. Jarang menemukan pengemudi yang menceritakan isi taksinya secara lengkap — bahkan ia tahu dari mana panel GPS taksi tersebut dibuat!

Saya rajin ikut rapat setiap dua minggu sekali […] Bagi saya, itu adalah tanggung jawab saya sebagai ketua grup. Karena itu, saya bisa tahu apa yang akan ada di depannya nanti.

Memang kepercayaan tersebut tidak disia-siakan. Tidak heran, ia betul-betul tahu seluk beluk taksi yang dikemudikannya. Dan yang cukup menarik, ia turut menjelaskan bagaimana ia (dan rekan-rekan pengemudinya) melayani pelanggannya.

Mungkin ada pelanggan yang ragu-ragu, misalnya, “Ah, nanti saya diputar-putar ini.” Makanya, supaya pelanggan merasa nyaman, tenang, saya mau menjelaskan semuanya, pasti setelah itu pelanggan bisa duduk dengan tenang. […] Meskipun jaraknya dekat, saya dengan senang hati akan tetap mengantarkan, untuk memuaskan pelanggan.

Semakin jauh perjalanan, saya menanyakan sedikit mengenai latar belakangnya. Dengan senang hati ia menjawab, bahwa ia datang dari Semarang. Empat tahun ia bekerja di perusahaan taksi ini, meski demikian sudah puluhan tahun ia menjadi pengemudi. Rasanya pantas hal ini saya sebut sebagai dedikasi.

Saya asli Semarang. (tawa kecil) Sebelumnya saya bekerja lama untuk atasan-atasan saya. Dulu yang pertama enam belas tahun, terakhir yang saya tinggalkan sudah dua belas tahun. […] Memang banyak orang yang meminta saya untuk bekerja, tapi saya sudah mengukur diri saya sendiri, saya hanya bisa bilang, “Terima kasih atas kepercayaannya,” dan kemudian saya menolaknya.

Saya pikir hal ini menakjubkan. Untuk memahami kisah di balik seorang pengemudi taksi yang biasanya sederhana, dan memahami betul latar belakangnya, memberikan sebuah perasaan kemanusiaan yang unik. Belum tentu ketika Anda menaikki sebuah taksi Anda akan mengetahui begitu banyak mengenai pengemudi yang akan mengantarkan Anda.

Yang penting adalah 5S: Senyum, Sapa, Sopan Santun, Selamat Sampai Tujuan.

Dan saya rasa, ia memenuhi janjinya. Ketika tiba di rumah saya, saya menyerahkan selembar uang untuk membayar jasanya (yang sebetulnya lebih dari yang tertera di argometer). Dengan sopan ia mengingatkan bahwa ada kembalian, tapi saya lebih senang memberikan kelebihannya kepadanya.

Sebelum turun, silakan diperiksa kembali apakah ada yang tertinggal.

Saya menutup perjalanan lima belas menit ini dengan memesankan sang pengemudi untuk berhati-hati di jalan, dan taksi ini melanjutkan perjalanannya.

Jika Anda menganggap kisah ini tidak ada apa-apanya, bukan itu yang saya lihat. Saya melihat seorang yang sudah berusia cukup senja, di tengah gelap malam masih dengan penuh senyum dan keramahan mengantarkan tamunya sampai ke tempat tujuan dengan selamat, berfokus dalam memerhatikan perjalanannya, dan tahu pasti bahwa kepuasannya ada ketika tamunya juga puas. Bahkan dari sebuah grup taksi yang paling bereputasi baik sekalipun, kita belum tentu dapat menemukan seseorang yang seperti demikian setiap hari (seperti apa yang ia katakan, “Memang pada akhirnya, semua kembali kepada orangnya masing-masing.”). Saya terkesan dengan lima belas perjalanan ini.

Pada akhirnya, saya hanya bisa mendoakan semoga ia menutup malam ini dengan baik, dan agar Yang Maha Kuasa melindungi dan memberikan berkatNya kepada pengemudi yang baik ini. Jika memang suatu saat saya bertemu dengan pengemudi ini lagi, saya rasa saya akan mengingatnya dan menanyakan dua pertanyaan sama yang membuka pembicaraan kami, “Bapak dari pool mana? Hari ini macet Pak?”

Dan bapak yang baik ini dengan baik menceritakan harinya.

Catatan kecil: Jika Anda bertanya-tanya, siapa pengemudi yang saya maksudkan, ia adalah Bapak Sukardi, dengan taksinya yang bernomor lambung PP443. Terima kasih, Bapak Sukardi, siapa sangka Anda baru saja memberikan lima belas menit inspirasi bagi seseorang yang baru saja Anda temui. Anda patut senang, karena tamu Anda juga puas oleh jasa yang Anda sediakan.

One thought on “Lima Belas Menit Pelajaran Hidup dari Taksi”

  1. Sungguh dalam momen lima belas menit kita dapat belajar sedikit hal mengenai pesan moral kemanusiaan yang mungkin akan mengubah begitu banyak menit-menit selanjutnya dalam hidup kita. Saatnya bukan hanya sang ‘supir taksi’ yang dapat menginspirasi hidup orang lain, namun manfaatkan setiap momen kita untuk dapat menjadi inspirasi bagi orang lain. Terima kasih. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s