Ini Dia Sang Maha-Derbi

Saya telah beberapa tahun terakhir menyaksikan Derbi Manchester, dan saya menyadari pula makna derbi ini bagi kedua klub. Selama waktu-waktu terakhir, khususnya ketika Manchester City telah keluar dan berganti status dari ‘tetangga berisik’ (noisy neighbors) untuk menjadi juara Liga Inggris beberapa kali.

Tahun ini, mereka akan menjadi, dan mereka-lah juara Liga Inggris, dengan beberapa pertandingan tersisa tidak akan menjadi lebih daripada peranakan menuju takhta juara. Walau begitu, mereka mendapatkan kesempatan tiada duanya untuk memastikan gelar juara pada pertandingan mahadahsyat: Derbi Manchester. Bayangkan memastikan gelar juara dengan mengalahkan pesaing terbesar dalam sebuah partai derbi sekota. Tentu ia akan menjadi sebuah momen sempurna.

Pertandingan bermula dengan City mendominasi pertandingan, persis seperti kekhawatiran saya sebelum pertandingan bermula. Jujur saja, seiring ketakutan saya bahwa City akan menjadi juara dengan mengalahkan Manchester United, saya masih ada pesimisme sedikit. Tentu saja pesimisme tersebut layak adanya, dengan dua gol dari kapten Vincent Kompany dan Ilkay Gündogan. Dua-kosong, dan mimpi buruk menjadi kenyataan.

Saya sudah memegang kendali televisi untuk mengganti kanal yang sedang saya saksikan. Saya sudah bisa membayangkan situasi amat memalukan ketika peluit panjang berbunyi nanti.

Beberapa menit setelah bermulanya babak kedua, saya teringat mengapa saya menjadi pendukung United selama ini—sebuah sikap pantang menyerah, kegigihan, keyakinan bahwa sepakbola, akhirnya, adalah pertandingan yang dimainkan melintas dua babak, dan tidak ada pertandingan yang boleh disebut gagal sebelum peluit panjang akhir wasit berbunyi.

IMG_0028
Akhirnya, harus seorang Paul Pogba.

Saya berteriak gembira, menyadari bahwa saya sedang menyaksikan sebuah classic United comeback, kembali dari ketertinggalan. City baru saja dihancurkan Liverpool di Liga Champions beberapa hari sebelumnya, dan United sedang perlahan membongkar City. Saya tidak bisa percaya apa yang sedang saya lihat.

Seketika saja pertandingan menjadi sangat terbuka, dan sebuah pelanggaran dilakukan pemain City terhadap pemain United di dekat kotak penalti City. Majulah Sanchez—seorang pemain yang sedang menjadi sorotan lantaran kinerjanya yang masih jauh dari ideal sejak bergabung bersama United—mengumpankan tendangan bebas kepada Chris Smalling, yang menembak, dan para suporter United berteriak kegirangan.

Skor menjadi 2-3. United menjungkirbalikkan ketertinggalannya menjadi keunggulan.

IMG_0027
Chris Smalling membuat Manchester United memutarbalikkan keadaan tertinggal menjadi unggul 3-2 melawan Manchester City.

Sungguh gila. Saya tersenyum simpul melihat Pep Guardiola menggaruk kepala plontosnya sambil memikirkan apa yang harus dilakukannya. Guardiola mengirimkan Sergio Aguero—yang harusnya disimpan untuk turun di partai kedua Liga Champions melawan Liverpool—untuk setidaknya mencoba menyelamatkan hasil pertandingan.

Aguero sebetulnya hampir saja melakukan hal tersebut, dengan sebuah tandukan uang terjadi sangat dekat dengan mulut gawang United. Hanya saja, United memiliki salah satu penjaga gawang terbaik di dunia, dan David de Gea membuat sebuah penyelamatan yang seharusnya tidak mungkin terjadi untuk memelihara keunggulan United.

Pertandingan berakhir 3-2 untuk keunggulan United, dan sore itu, Manchester berwarna merah. Perarakan City menuju takhta juara dihentikan secara paksa.

Pertandingan ini betul-betul tidak ada duanya, dan untuk banyak hal, melambangkan dengan sempurna semua tentang Manchester United. Upayanya bangkit dari ketertinggalan, kegigihan, daya juangnya, etos kerjanya—semuanya. Inilah United dalam sebuah mikrokosmos—setidaknya jika kita tidak mempertimbangkan babak pertamanya, yang agak memalukan.

Rasanya sangat amat luar biasa. Inilah Maha-Derbi, salah satu yang terbaik yang pernah saya tonton.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s