Categories
Bahasa Indonesia Personal Notes

Best. LEGO. Ever.

Oke, siapa suka main LEGO?

LEGO boleh dibilang adalah salah satu mainan terbaik yang pernah diciptakan umat manusia. Bentuknya yang sederhana, bisa dimainkan semua orang lintas usia, dan karena bentuknya yang sederhana inilah, LEGO bisa dibentuk menjadi bentuk yang paling basic sampai bentuk yang paling kompleks. Mulai dari mobil-mobilan sampai bangunan yang rumit, LEGO bisa membuatnya.

Tiba-tiba, adalah sang istri yang memberikan satu set LEGO yang boleh dibilang, LEGO terbaik yang pernah ada. Ini dia.

Old Trafford, markas Manchester United, dibuat dari lebih dari 3.000 satuan LEGO.

Buat pembaca, mungkin tidak sulit melihat bahwa saya adalah penggemar Manchester United, bagaimanapun kondisi tim ini sekarang. Sedari kecil, saya sudah mendukung tim ini, melewati masa-masa Treble di musim 1998/1999, era Cristiano Ronaldo di pertengahan dekade 2000-an, hingga kini dilatih oleh si pembunuh berwajah bayi. Di sisi yang lain, saya juga adalah seorang penggemar LEGO—juga sedari kecil. Sudah lama memang saya tidak lagi main LEGO, karena beberapa faktor: Tempat memajang, biaya (sayang memang LEGO bukan mainan murah), dan waktu.

Tapi, ketika dua kegemaran ini bertemu, astaga! Lego bekerja sama dengan Manchester United untuk bikin set LEGO Old Trafford? Match made in heaven!

Singkat cerita, LEGO bekerja sama dengan salah satu klub sepakbola terbesar di dunia ini untuk merayakan 110 tahun stadium sepakbola terbesar kedua di Inggris ini. LEGO yang punya nomor seri 10272 ini masuk ke seri Creator, yang artinya ditujukan untuk pemain-pemain LEGO yang lebih ‘senior’ (menurut spesifikasinya, set ini ditujukan untuk usia 16 tahun ke atas), dan memiliki 3.898 satuan LEGO yang harus dirangkai. Lumayan juga!

LEGO bekerja sama dengan Manchester United untuk bikin set LEGO Old Trafford? Match made in heaven!

Puluhan kantong plastik kecil berisi satuan-satuan Lego kecil!

Begitu dusnya dibuka, siap-siap melihat puluhan (beneran, ada puluhan!) kantong plastik kecil yang mengandung sejumlah satuan-satuan LEGO—masing-masing bisa sampai ratusan. Juga ada buku panduan yang bagus, karena bukan hanya untuk memandu proses pembuatan LEGOnya saja, tapi juga menyediakan informasi tentang Old Trafford, mulai dari sejarahnya, hingga bagian-bagian di dalamnya.

Juga terdapat selembar kertas yang berisi potongan-potongan stiker.

Stiker ini mungkin merupakan salah satu keluhan terbesar dari seri ini kalau lihat di berbagai media dan review yang ada. Memang, harusnya LEGO sebagai perusahaan mainan sebesar itu mampu untuk mencetak tulisan yang ada di unit-unit LEGO masing-masing. Saya pribadi tidak anti stiker, hanya memang masalah elegan dan tidaknya saja.

Mungkin ada yang mau bertanya, mengapa harus begitu banyak satuan LEGOnya? Boleh jadi jawabannya begini:

  • Pertama, barang jadinya nggak kecil. Panjangnya begitu jadi nanti hampir setengah meter. Ukurannya lumayan juga, jadi memang pasti butuh satuan LEGO yang banyak.
  • Alasan lainnya adalah karena banyak dari unit LEGO ini dipakai untuk membangun struktur yang unik dari set LEGO ini, termasuk d antaranya, membuat berbagai bentuk lekukan dari Old Trafford yang tidak bisa hanya dibuat dari unit LEGO 4×2 saja.
Contoh dari salah satu struktur dasar ketika membangun Sir Alex Ferguson Stand. Unit LEGO kecil yang jumlahnya ribuan ini digunakan untuk membangun struktur masing-masing-masing bagiannya.

Saya bersama istri menghabiskan lebih dari 10 jam untuk membangun set ini bersama-sama. Ketika melihat hasil jadinya, tidak bisa dibantah lagi, ini adalah LEGO tercantik yang pernah saya buat (bersama). Hasilnya memang tidak main-main, dan siapapun desainer LEGO yang berhasil mengejawantahkan bentuk Old Trafford yang keren dan nggak karuan itu ke dalam sebuah set LEGO, LEGO harus menaikkan gajinya. Beneran.

Entah bagaimana LEGO bisa menangkap seluruh rincian Old Trafford, termasuk berbagai ciri khas yang tidak akan terluput dari para penggemar Manchester United. Mulai dari empat sisi tribun yang betul-betul mengingatkan akan aslinya, hingga rincian seperti dugout yang direka dengan akurat.

Selain itu, juga terdapat rincian kecil lainnya yang betul-betul akan menyadarkan betapa besar perhatian yang diberikan untuk set LEGO ini. Misalnya saja, LEGO tidak lupa menaruh jam Munich yang menjadi peringatan untuk tragedi Munich tahun 1958, tepat di lokasinya di sudut antara Sir Bobby Charlton Stand dan East Stand.

Jam peringatan tragedi Munich 1958. Kalau diperhatikan dengan teliti, Anda juga bisa melihat prasasti tragedi Munich di sisi kanan bawah dari foto (menempel pada tembok East Stand).

Set ini juga menampilkan rincian lain seperti kotak kamera televisi yang terdapat di puncak Sir Bobby Charlton Stand dan patung Sir Alex Ferguson yang terdapat di fasad Sir Alex Ferguson Stand.

Sir Bobby Charlton Stand, menampilkan dugout pemain dan terowongan pemain lama. Perhatikan tiga kotak putih di bawah nama Stand, yang merupakan lokasi kamera televisi sebagaimana aslinya.
Bisa dipisah untuk dipindahkan.

Ukuran set LEGO yang relatif besar juga membuat LEGO merancang set LEGO ini dengan ciri khas: Begitu jadi, set LEGO ini akan terbagi dalam enam bagian utama yang bisa dipisahkan saat hendak dipindahkan. Jadi, siapapun yang ingin memindahkan set LEGO ini—misalnya, dari meja kerja ke lemari atau rak—bisa melakukannya dengan mudah. Enam bagian itu adalah: Lapangan, Sir Alex Ferguson Stand, Stretford End, East Stand, Sir Bobby Charlton Stand, dan terakhir adalah miniatur dari patung The United Trinity yang menunjukkan tiga di antara bintang besar Manchester United—George Best, Bobby Charlton, dan Denis Law.

LEGO ini, tidak bisa dibantah lagi, adalah yang terbaik yang pernah saya miliki dan buat. Ukurannya cukup besar, detailnya luar biasa, dan untuk penggemar Manchester United, you can’t go wrong. Kalaupun ada yang saya rasa kurang asyik dari set LEGO ini adalah:

  • Jujur saja, menurut saya LEGO bisa saja membuat set ini lebih besar. Yang ini sudah besar sih, panjangnya 47 sentimeter begitu jadi. Tapi kalau lebih besar, mungkin kelihatannya akan lebih megah!
  • Stiker. Lagi-lagi, bukannya saya anti dengan stiker. Mungkin lebih rapi kalau LEGO mencetak saja satuan-satuan LEGO yang menampilkan sesuatu.
  • Kalau membandingkan dengan foto Old Trafford aslinya, saya meyakini LEGO sedikit mengubah aspect ratio dari bangunannya, sehingga hasil set LEGO ini akan terlihat seperti pepat. Sama sekali tidak mengurangi kecantikan hasilnya, tapi memang untuk mencapai hasil desain yang boleh dibilang sangat mendekati aslinya ini, ada beberapa kompromi yang harus dilakukan.

Untuk Anda yang penggemar LEGO, set LEGO ini mungkin bisa memecah belah banyak pihak. Jangan lupa, rasanya ini merupakan set LEGO bertema stadium asli pertama yang mereka buat. Walau begitu, tidak semua orang adalah pecinta Manchester United—kalau sudah bicara sepakbola, maka perpecahan di antara penggemar klub bisa begitu serius (tidak heran, di banyak komentar daring permintaan untuk membuat set Anfield atau Santiago Bernabeu muncul di mana-mana). Kalau Anda mengagumi arsitektur bangunan, membangun miniatur Old Trafford bisa jadi pengalaman yang menyenangkan. Selanjutnya, tentu terserah Anda. Namun buat saya, pengalaman lebih dari 10 jam menyatukan lebih dari 3.800 satuan Lego menjadi kandang dari klub sepakbola favorit saya menjadi sesuatu yang sangat menyenangkan, even almost therapeutic!

The United Trinity.
Salah satu sudut dari tulang-tulang yang menyusun atap East Stand dan Sir Alex Ferguson Stand.

Catatan: Hampir semua foto-foto di atas diambil menggunakan Nikon D7200 dengan lensa AF-S 50mm f/1.8G atau 14-180mm f/3.5-5.6G.


Matt’s Rating

Rating: 5 out of 5.

Kenapa nggak bisa bintang enam aja ya? Salah satu LEGO set terbaik yang pernah ada.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s