Categories
Bahasa Indonesia Infographics Model United Nations

Latihan Adiwacana dari Rumah: Tetap Siap MUN Tanpa Tatap Muka

Memang periode work from home seperti waktu-waktu ini bisa mendatangkan rasa tidak enak. Untuk teman-teman yang mungkin sedang mempersiapkan diri untuk Model United Nations (MUN), pasti terasa tidak nyamannya. Biasanya berlatih dengan berkumpul bersama, sekarang justru harus berdiam diri di rumah, beraktivitas seadanya, dan melakukan apa yang bisa dilakukan.

Tapi bukan berarti nggak bisa ngapa-ngapain! Ada banyak aktivitas terkait MUN yang bisa dilakukan di rumah, dan membantu untuk melatih teman-teman menguasai beberapa kecakapan terkait MUN!

Aktivitas yang paling mudah dilakukan adalah latihan adiwacana (public speaking). Waktu di rumah seperti sekarang adalah waktu yang baik untuk melatih dua hal penting terkait adiwacana, yaitu kepercayaan diri (confidence) dan kemampuan untuk bicara tanpa persiapan (impromptu). Mengasah dua hal ini sangat mudah, dan karena dilakukan di rumah, bisa dilakukan secara berulang.

Melatih Kepercayaan Diri

Untuk melatih kepercayaan diri, beberapa latihan yang bisa dilakukan di antaranya:

  • Berpidato di depan cermin, untuk memungkinkan teman-teman melihat sendiri secara langsung bagaimana teman-teman saat berpidato. Ambil waktu sekitar 1-2 menit untuk berpidato mengenai suatu topik yang sudah teman-teman siapkan, kemudian lihat secara langsung bagaimana teman-teman berpidato di hadapan cermin tersebut.
  • Berpidato di depan kamera atau merekam pidato teman-teman sendiri. Prinsip latihannya sama, hanya saja setelah merekam, putar kembali rekaman tersebut bersama buku catatan teman-teman, dan lakukan evaluasi mandiri.
Cermin bisa jadi alat bantu yang baik untuk berlatih adiwacana secara mandiri di rumah. Pastikan cermin cukup besar untuk membantu melihat setidaknya wajah dan separuh badan teman-teman (untuk memantau bahasa tubuh). Jangan gunakan cermin di belakang serutan pensil!

Pada saat melakukan aktivitas ini, sebetulnya teman-teman dapat mengevaluasi beberapa hal berikut:

  • Bagaimana bahasa tubuh teman-teman saat berpidato? Apakah teman-teman menunjukkan gestur yang terbuka, transparan, dan ramah; atau justru tertutup, takut, dan agresif? Penggunaan bahasa tubuh yang berbeda bisa punya dampak yang sangat berbeda terhadap bagaimana teman-teman dipandang oleh lawan bicara.
  • Apakah teman-teman menggunakan bahasa lisan atau pilihan kata yang baik? Perhatikan apakah teman-teman sudah menggunakan pilihan kata-kata yang formal dan sesuai dengan situasi konferensi? Atau justru masih berbicara layaknya ngobrol bareng teman-teman lainnya?

Melatih Kemampuan Bicara Tanpa Persiapan

Untuk mengasah kemampuan teman-teman berbicara tanpa persiapan, teman-teman bisa berlatih pidato sepanjang 1-2 menit untuk suatu topik yang tidak dipersiapkan. Lah, terus gua ngomong apa dong? Kalau teman-teman bingung menentukan topiknya, saya memberi saran berikut.

Siapkan 30 potong kertas kecil seukuran kartu nama (kira-kira 8cm x 5cm). Di setiap potong kertas tersebut tuliskan 1 kata/istilah/nama—misalnya nama orang, nama negara, kata kerja, kata benda, kata sifat, merek, dan sebagainya. Setelah itu, balik seluruh kartu tersebut, acak, dan biarkan tersebar di atas meja dalam keadaan terbalik. Setiap akan memulai latihan, teman-teman ambil secara acak 3 kartu, lihat apa isinya, dan adalah tugas teman-teman untuk berpidato 1-2 menit, di mana isinya harus mencakup 3 nama/kata/istilah yang sudah teman-teman pilih.

Gunakan kartu kecil seperti ini untuk membantu latihan berpidato tanpa persiapan.

Kunci dari latihan ini adalah:

  • Setiap nama/kata/istilah yang didapat adalah ‘kejutan’.
  • Teman-teman tidak mempersiapkan apapun—setelah memilih kartunya, jangan menyusun pidato apa-apa, jangan membuat kerangka apapun.
  • Jangan biarkan ada waktu terlalu panjang antara melihat kartu yang dipilih dan memulai pidato. Saat awal-awal melakukan latihan ini, teman-teman bisa memberi waktu sekitar 15 detik untuk berpikir dan ‘bersiap’. Seiring teman-teman melakukan latihan ini selama berkali-kali, secara perlahan kurangi waktu ‘persiapan’ tersebut.

Semakin teman-teman lancar dalam melakukan aktivitas ini, akan semakin terbiasa teman-teman untuk berpidato tanpa persiapan—sebuah kecakapan maha penting untuk siapapun yang ikut MUN. Ingat prinsipnya: Angkat dulu plakatnya, baru pikirkan apa yang akan dibicarakan, jangan dibalik. Teman-teman akan kesulitan melakukan hal ini jika tidak pernah dilatih untuk ‘dipaksa’ berpikir kilat dan berbicara langsung tanpa persiapan.

Latihan semacam ini juga bisa dilakukan berkali-kali selama ada di rumah. Jika teman-teman punya banyak waktu, teman-teman bahkan bisa menambahkan kombinasi kartu yang lebih banyak.

Semoga panduan latihan di atas berguna bagi teman-teman untuk terus bersiap menghadapi MUN berikutnya—begitu situasi sekitar mulai pulih. Jangan lupa untuk tetap bersemangat dan rajin bersiap supaya teman-teman tetap siap untuk berkompetisi sebaik-baiknya nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s