Categories
Bahasa Indonesia Model United Nations Tanya Kak Matt

Tanya Kak Matt: Mengurangi Gugup Saat Pidato

Kak Matt, bagaimana saya bisa mengurangi rasa gugup saat berpidato? Rasanya saya sudah bersiap dengan baik tapi begitu sampai di depan mikrofon, semuanya buyar.

Kebanyakan dari kita menakuti adiwacana (public speaking). Kalau bisa nggak, lebih baik nggak usah. Sayangnya, lagi-lagi, adiwacana adalah salah satu pilar utama dalam Model United Nations (MUN), jadi sifatnya sangat tidak terhindarkan.

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada saya mengenai adiwacana adalah mengenai menghilangkan rasa gugup. Sebetulnya gugup adalah respon alami saat berbicara di depan publik, karena secara manusiawi, kita semua 1) memiliki respon awas yang natural ketika menghadapi hal yang dipersepsikan sebagai ancaman, dan 2) pada dasarnya kita semua takut mendapatkan penolakan atau respon negatif dari penonton.

Tidak ada solusi yang pasti benar tentang mengurangi rasa gugup, karena ada cara yang bisa berpengaruh baik buat satu orang tapi tidak untuk orang yang lain. Kalau boleh usul, mungkin teman-teman bisa mencoba beberapa langkah berikut.

Pertama, pastikan persiapan sudah matang. Teman-teman akan lebih lancar dan tenang dalam berpidato jika teman-teman sudah menyimpan dalam pikiran bahan-bahan yang mendukung pidato teman-teman. Artinya, riset adalah kunci. Lakukan riset dengan benar, dan ketahuilah sebanyak-banyaknya informasi relevan yang mungkin dibutuhkan dalam pidato teman-teman. Tanpa riset, teman-teman akan cepat buntu saat berpidato, dan akan menyulitkan teman-teman untuk mengurangi rasa gugup.

Ini bukan berarti teman-teman harus menghafal isi study guide, misalnya. Yang dibutuhkan adalah teman-teman untuk tahu banyak hal yang relevan, bukan hafal hal-hal tersebut. Semakin teman-teman paham mengenai topiknya, dan informasi apa saja yang relevan, semakin mudah teman-teman untuk menyampaikan informasi tersebut.

Kedua, kenali siapa penontonnya. Artinya, kenalilah teman-teman delegasi yang lain yang ada di dalam komitemu. Ini bukan berarti teman-teman harus berkenalan dengan semua orang secara pribadi—sebetulnya ada bagusnya juga kalau bisa, tapi kalau jumlah dan waktu tidak memungkinkan, sebetulnya yang teman-teman harus lakukan adalah melakukan profiling tentang karakter umum dari komitemu. Kenali kelompok usianya, latar belakang pendidikannya, ekspektasi mereka dalam berpartisipasi di konferensi ini, dan ketertarikan mereka terhadap isu yang sedang dibahas. Saat teman-teman mengenali dengan siapa teman-teman berbicara, aktivitas berpidato tidak akan seberat teman-teman berbicara dengan orang-orang yang sama sekali tidak dikenal.

Ketiga, perlakukan pidato seperti percakapan. Salah satu konsep yang membuat pidato terkesan menakutkan adalah pidato yang diletakkan di atas menara. Kita menganggap bahwa pidato adalah sebuah bentuk komunikasi yang terhormat, dignified, sehingga menimbulkan kesan bahwa pidato adalah bentuk komunikasi luar biasa. Padahal, pidato tidaklah lebih dari sebuah bentuk komunikasi seperti percakapan yang dilakukan secara searah—atau bahkan bisa dilihat seperti bentuk komunikasi yang bergantian, yaitu sebuah pidato ditanggapi dengan pidato lain.

Dengan membayangkan pidato sebagai percakapan, teman-teman akan dapat membangun kesan pidato yang lebih ‘ramah’ dan lebih ‘dekat’ kepada diri teman-teman. Jika teman-teman membayangkan bahwa, “Saya sedang bicara dengan seorang teman,” maka teman-teman akan bisa mengurangi kesan menakutkan dari pidato tersebut dan mengubah perspektif cara teman-teman berpidato.

Sebetulnya selain cara-cara di atas, terdapat sejumlah cara lainnya yang lebih sederhana untuk membantu mengurangi kegugupan teman-teman. Misalnya, peganglah pulpen saat berpidato, karena ketika menggenggam pulpen tersebut, teman-teman dapat menghindarkan tangan teman-teman dari ‘terbang ke mana-mana’ untuk mencoba mengalihkan kegugupan teman-teman. Selain itu, terdapat teknik yang merupakan bagian dari jinshin jutsu yaitu dengan menggenggam ibu jari tangan teman-teman selama beberapa saat sebelum pidato dimulai. Ada pula beberapa orang yang dapat meredakan kegugupannya dengan hal sesederhana minum beberapa teguk air (atau kopi).

Pada akhirnya, kegugupan saat pidato berasal dari pemikiran. Kegugupan dapat bersumber dari ketakutan akan ditolak atau mendapatkan respon buruk. Usulan di atas hanyalah sedikit dari banyak cara untuk mengurangi kegugupan teman-teman, tapi ingatlah bahwa performa terbaik saat konferensi hanya bisa didapatkan dari kesiapan teman-teman (khususnya dari riset) dan juga perspektif yang baik mengenai pidato tersebut.

Semoga menjawab!

Tentang seri Tanya Kak Matt
Seri Tanya Kak Matt dimaksudkan untuk teman-teman yang berpartisipasi dalam Persidangan Semu Perserikatan Bangsa-bangsa (dikenal pula dengan istilah Model United Nations atau MUN). Saya menggunakan seri ini untuk menjawab sejumlah pertanyaan yang sangat sering diajukan oleh teman-teman yang saya ajar dalam persiapannya untuk berpartisipasi di sejumlah MUN di Indonesia dan mancanegara, serta juga untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepada saya secara langsung. Saya mencoba menyederhanakan dan mendistilasi sejumlah informasi praktis mengenai MUN untuk menjawab dan menerangkan isu-isu yang mungkin menimbulkan keraguan, atau membuat khawatir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s