Saying goodbye to reason

Jakarta is a place that I hold dear. This is the metropolitan city where I was born, where I grew up, and today, where I live. It is a city whose history I learn since childhood, a capital city whose name I memorized first as I held my first globe, likely the first city that I could spell by name when I was younger.

Today, the city turns its page to a new page, and it is all murky. Continue reading “Saying goodbye to reason”

Untuk Ibu Kota, Saya Menyokong Petahana

Jika Anda mengira bahwa pemilihan umum kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta empat tahun lalu begitu ‘memecah belah’, pikirkan lagi. Pilkada ibu kota awal tahun depan akan menjadi salah satu pemilihan pemimpin pemerintah yang paling memecah belah dalam sejarah republik ini. Begitu banyak alasan, bahkan ‘selentingan’ yang bisa dimanfaatkan untuk mengadu satu orang dengan yang lainnya. Continue reading “Untuk Ibu Kota, Saya Menyokong Petahana”