Rekor Hak Asasi Manusia?

Hari ini, delegasi Indonesia untuk PBB, diwakili oleh Menlu Marty Natalegawa, menyampaikan laporan hak asasi manusia di depan Konsil Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC). Salah satu topik yang diangkat merupakan isu terhambatnya kebebasan beragama yang belakangan menjadi sorotan nasional dan dunia. Krusialkah masalah ini? Apa yang menjadi kunci?

Continue reading Rekor Hak Asasi Manusia?

Alkitab Raja James, 400 Tahun

400 tahun setelah penerbitannya, pada tahun 2011 dunia merayakan salah satu karya bahasa paling berpengaruh di dunia: Edisi Resmi Alkitab Raja James (Authorized King James Bible), yang merupakan salah satu terjemahan Alkitab Kristiani paling berpengaruh di dunia.

Alkitab ini disponsori oleh Raja James untuk menyediakan Alkitab yang dapat digunakan oleh banyak orang (ketika bahasa Inggris lebih dapat dipahami oleh orang biasa dibanding bahasa Ibrani, Yunani, atau Latin). Banyak edisi Alkitab yang diluncurkan di kemudian hari terinspirasi, atau justru menggunakan, Alkitab Raja James sebagai dasar terjemahannya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kala itu, Alkitab secara utuh dapat digunakan oleh rakyat biasa.

Untuk sedikit mengenang Alkitab Raja James, berikut ini merupakan teks pengantar yang tersedia di setiap bagian awal Alkitab Raja James, tentu saja, dalam edisi bahasa Inggris modern.

The Translators of the Bible wish
Grace, Mercy, and Peace

through Jesus Christ our Lord.
GREAT and manifold were the blessings, most dread Sovereign, which Almighty God, the Father of all mercies, bestowed upon us the people of England, when first he sent Your Majesty’s Royal Person to rule and reign over us. For whereas it was the expectation of many, who wished not well unto our Sion, that upon the setting of that bright Occidental Star, Queen Elizabeth of most happy memory, some thick and palpable clouds of darkness would so have overshadowed this Land, that men should have been in doubt which way they were to walk; and that it should hardly be known, who was to direct the unsettled State; the appearance of Your Majesty, as of the Sun in his strength, instantly dispelled those supposed and surmised mists, and gave unto all that were well affected exceeding cause of comfort; especially when we beheld the Government established in Your Highness, and Your hopeful Seed, by an undoubted Title, and this also accompanied with peace and tranquillity at home and abroad.

But among all our joys, there was no one that more filled our hearts than the blessed continuance of the preaching of God’s sacred Word among us, which is that inestimable treasure which excelleth all the riches of earth; because the fruit thereof extendeth itself, not only to the time spent in this transitory world, but directeth and disposeth men unto that eternal happiness which is above in heaven.

Then not to suffer this to fall to the ground, but rather to take it up, and to continue it in that state, wherein the famous Predecessor of Your Highness did leave it; nay, to go forward with the confidence and resolution of a Man in maintaining the truth of Christ, and propagating it far and near, is that which hath so bound and firmly knit the hearts of all Your Majesty’s loyal and religious people unto You, that Your very name is precious among them: their eye doth behold You with comfort, and they bless You in their hearts, as that sanctified Person, who, under God, is the immediate Author of their true happiness. And this their contentment doth not diminish or decay, but every day increaseth and taketh strength, when they observe, that the zeal of Your Majesty toward the house of God doth not slack or go backward, but is more and more kindled, manifesting itself abroad in the farthest parts of Christendom, by writing in defence of the Truth, (which hath given such a blow unto that man of sin, as will not be healed,) and every day at home, by religious and learned discourse, by frequenting the house of God, by hearing the Word preached, by cherishing the Teachers thereof, by caring for the Church, as a most tender and loving nursing Father.

There are infinite arguments of this right Christian and religious affection in Your Majesty; but none is more forcible to declare it to others than the vehement and perpetuated desire of accomplishing and publishing of this work, which now, with all humility, we present unto Your Majesty. For when Your Highness had once out of deep judgment apprehended how convenient it was, that, out of the Original Sacred Tongues, together with comparing of the labours, both in our own and other foreign languages, of many worthy men who went before us, there should be one more exact translation of the Holy Scriptures into the English Tongue; Your Majesty did never desist to urge and to excite those to whom it was commended, that the Work might be hastened, and that the business might be expedited in so decent a manner, as a matter of such importance might justly require.

And now at last, by the mercy of God, and the continuance of our labours, it being brought unto such a conclusion, as that we have great hopes that the Church of England shall reap good fruit thereby; we hold it our duty to offer it to Your Majesty, not only as to our King and Sovereign, but as to the principal Mover and Author of the work: humbly craving of Your most Sacred Majesty, that since things of this quality have ever been subject to the censures of illmeaning and discontented persons, it may receive approbation and patronage from so learned and judicious a Prince as Your Highness is, whose allowance and acceptance of our labours shall more honour and encourage us, that all the calumniations and hard interpretations of other men shall dismay us. So that if, on the one side, we shall be traduced by Popish Persons at home or abroad, who therefore will malign us, because we are poor instruments to make GOD‘s holy Truth to be yet more and more known unto the people, whom they desire still to keep in ignorance and darkness; or if, on the other side, we shall be maligned by self-conceited Brethren, who run their own ways, and give liking unto nothing, but what is framed by themselves, and hammered on their anvil; we may rest secure, supported within by the truth and innocency of a good conscience, having walked the ways of simplicity and integrity, as before the Lord; and sustained without by the powerful protection of Your Majesty’s grace and favour, which will ever give countenance to honest and christian endeavours against bitter censures and uncharitable imputations.

The Lord of heaven and earth bless Your Majesty with many and happy days; that, as his heavenly hand hath enriched Your Highness with many singular and extraordinary graces, so You may be the wonder of the world in this latter age for happiness and true felicity, to the honour of that great God, and the good of his Church, through Jesus Christ our Lord and only Saviour.

Teknologi Menjembatani Demokrasi

Angin demokratisasi sedang melanda belahan dunia yang paling merindukannya. Inilah yang terjadi beberapa waktu terakhir di kawasan Timur Tengah: sejumlah negara yang dikuasai oleh para diktator selama puluhan tahun mulai memerdekakan dirinya dari kekuatan tangan besi para tiran. Banyak di antaranya menyebutkan satu alat yang memungkinkan semuanya: cara mereka berkomunikasi melalui teknologi. Continue reading Teknologi Menjembatani Demokrasi

Steve Jobs: Satu Eulogi Lagi

Wafat persis sehari setelah perusahaan yang didirikannya mengumumkan diluncurkannya salah satu produk yang telah merubah dunia teknologi, perginya Steve Jobs (1955-2011) sudah ‘diantisipasi’ orang banyak, tapi tetap mengejutkan. Tidak heran, ucapan duka cita datang dari mana-mana, tidak hanya hitungan orang-orang biasa, pecinta (dan bukan pecinta) produk keluaran perusahaan Apple yang didirikannya, tapi juga orang-orang besar dalam hitungan Presiden Obama hingga selebriti dan pesohor dunia.

Cita-cita utamanya adalah ingin merubah dunia. Kata-katanya yang sangat terkenal ketika memanggil John Sculley, mantan CEO Pepsi, Co. untuk bergabung ke Apple. Steve dengan meyakinkan berkata, “Apakah kamu mau tinggal di sini menjual air gula, atau ikut denganku dan mengubah dunia?” Dan tidak ada orang yang meragukan, dalam 56 tahun hidupnya, persis itulah yang ia lakukan. Mulai dari Macintosh yang membawa pembaharuan industri komputer di tahun 1984, iPod di tahun 2001, iPhone pada 2007, dan iPad di 2010. Ciptaannya mengubah bagaimana manusia, khususnya orang-orang biasa yang memang bukan tech savvy mengonsumsi teknologi dan berkomunikasi dengan orang lain.

Hidupnya penuh dengan keanehan, dimulai dari lahir tidak diinginkan, keluar dari universitas karena tidak bisa menikmatinya, harus mundur dari perusahaan yang didirikannya sendiri, kalah saingan dengan salah satu pesaing terberatnya (dan harus diselamatkan oleh pihak yang sama), divonis kanker pankreas langka, tapi justru mengubah banyak hidup dari orang-orang biasa seperti kita, dengan jejak-jejak yang ia ciptakan: tetikus (Mac, 1984), komputer jinjing (PowerBook, 1991), clickwheel (iPod, 2001), dan – apa yang buat saya – alat layar sentuh pertama yang betul-betul bekerja sesuai dengan keinginan kita (iPhone, 2007).

Di sisi lain, Steve Jobs menunjukkan karakter Amerika seutuhnya. Ada salah satu film seri mengenai sejarah Amerika Serikat yang membuat sebuah poin yang sangat jelas: Amerika bisa berdiri tidak lain karena inovasi, selalu menciptakan cara-cara baru mengatasi kesulitan yang ada. Itulah yang dilakukan Steve Jobs. Ketika komputer pada masanya begitu buruk, hanya berputar-putar di kode, Steve Jobs memberikan kita antarmuka grafis (GUI). Tanpa itu, kini saya akan berkutat dengan deretan kode hanya untuk menulis tulisan singkat ini. Itulah Amerika, dan itulah alasan mengapa Amerika kehilangan dirinya ketika ia wafat minggu lalu.

Saya tidak pernah mengenal Steve Jobs secara personal. Figur yang tertutup ini hanya muncul setahun dua sampai tiga kali, lewat presentasinya yang disebut Stevenotes. Banyak orang paham betul apa yang disebut reality distortion field: kemampuannya untuk mempengaruhi orang banyak untuk setuju dengannya meskipun awalnya sama sekali tidak. Itulah pesona Steve yang luar biasa. Dari semua Stevenotes-nya yang pernah saya lihat, peluncuran iPhone di tahun 2007 merupakan yang terhebat. Anda harus menyaksikannya sendiri untuk mengerti.

Selebihnya, ini bukan tentang riwayat hidupnya. Semua produk Apple yang pernah tercipta — dan mengubah banyak hidup kita — merupakan buah karya imajinasi Steve yang hebat. Steve bisa menciptakan barang yang bahkan pasar belum sadar mereka membutuhkannya. “1,000 songs in your pocket”; atau “Apple reinvents the phone”; atau “The World’s thinnest notebook”. Semua bagian dari imajinasi gilanya. Dan itu mengubah banyak hidup dari kita. Cara kita menjadi lebih produktif. Cara kita berkomunikasi dengan banyak orang lain. Atau cara kita memandang dunia.

Akhirnya, persis setelah wafatnya, saya langsung menonton lagi pidato wisuda yang ia bawakan di Universitas Stanford di tahun 2005. Ia membicarakan secara singkat tiga hal: hidup, cinta, dan kematian. Dan saya tidak bisa melupakan kata-katanya. Kematian, baginya, adalah sesuatu yang luar biasa, life’s changing agent katanya. Dan tentu kata-katanya: hidup ini terlalu singkat, jangan habiskan waktu hidup dalam kehidupan orang lain.

Ketika Steve Jobs akhirnya pergi dari dunia ini, ia memang telah menciptakan tandanya sendiri di seluruh jagat raya. Dan ketika ia menutup matanya, untuk apa yang telah ia lakukan bagi dunia ini, dia berhak berkata, “Mission accomplished.”