Istilah Perdagangan Internasional Menurut INCOTERMS 2000

INCOTERMS merupakan daftar istilah yang digunakan untuk menyelaraskan istilah-istilah perdagangan internasional di seluruh dunia. Istilah ini secara kebiasaan diterima oleh semua pihak yang melakukan perdagangan internasional. INCOTERMS terbagi dalam empat kelompok: E, F, C, D.

***

KELOMPOK E, meliputi:

EXW (Ex Works)

Ex works berarti tanggung jawab penjual hanya sampai suatu tempat yang telah disepakati antara penjual dan pembeli, di mana barang tersedia di tempat tersebut. Setelah barang tersedia di tempat yang dijanjikan, tanggung jawab berpindah kepada pembeli seluruhnya, termasuk pengangkutan hingga ke tempat tujuan, ijin-ijin pabean, dst.

Moda transportasi: dipilih pembeli (seluruhnya)

Tanggung jawab penjual: menyediakan barang agar siap untuk dijemput pihak pembeli.

Tanggung jawab pembeli: menaikkan barang ke angkutan, mengangkut sampai tujuan, melewati pabean, dst.

Pengalihan resiko/tanggung jawab: saat barang telah tersedia di tempat yang dijanjikan.

***

KELOMPOK F, meliputi:

FCA (Free Carrier, pada tempat yang dijanjikan)

FCA berarti tanggung jawab penjual adalah sampai penyerahan barang-barang yang dimaksud kepada suatu perusahaan pengangkutan yang akan mengantarkan ke tempat tujuan. Pengangkut, yang disebut carrier, dijanjikan oleh pihak penjual dan pembeli di dalam kontrak.

Moda transportasi: laut, udara, truk, kereta, atau semuanya

Tanggung jawab penjual: memindahtangankan barang kepada carrier, menyediakan lisensi ekspor

Tanggung jawab pembeli: memilih carrier, mengatur pengangkutan barang sampai tujuan, melewati pabean

Pengalihan resiko/tanggung jawab: saat barang diantarkan kepada carrier atau terminal operatornya

FAS (Free Alongside Ship)

Sesuai namanya, ini hanya berlaku untuk pengangkutan laut dan air. FAS berarti tanggung jawab penjual adalah sampai ketika barang tiba di sisi kapal yang telah ditentukan oleh pembeli.

Moda transportasi: hanya laut dan air

Tanggung jawab penjual: mengantarkan barang sampai tiba di sisi kapal dalam waktu yang ada di kontrak, menyediakan lisensi ekspor

Tanggung jawab pembeli: memilih pengangkut samudra, pengangkut sampai tujuan, melalui pabean

Pengalihan resiko/tanggung jawab: sampai saat barang tiba di sisi kapal yang ditentukan pembeli

FOB (Free on Board)

Free on Board juga berlaku hanya pada pengangkutan laut dan air. FOB berarti tanggung jawab penjual sampai ketika barang tiba di atas kapal (telah diangkut sampai ke atas kapal) yang telah ditentukan pembeli.

Moda transportasi: hanya laut dan air

Tanggung jawab penjual: mengangkut barang sampai berada di atas kapal, mendapatkan lisensi ekspor

Tanggung jawab pembeli: memilih pengangkut samudra, pengangkut sampai tujuan, melalui pabean

Pengalihan resiko/tanggung jawab: sampai saat barang tiba di atas kapal, sering kali didefinisikan saat barang telah melewati pagar kapal (ship’s rail) pada pelabuhan

***

KELOMPOK C, meliputi:

CFR (Cost and Freight)

CFR berarti tanggung jawab penjual adalah untuk menghubungi pengangkutan dan membayarkan biaya angkut yang dimaksud sampai ke pelabuhan tujuan yang dijanjikan dalam kontrak. Penjual juga mengatur bagaimana barang tersebut diangkut sampai berada di atas kapal, dan membayar biaya menaikkan barang sampai ke kapal yang dimaksud.

Moda transportasi: hanya laut dan air

Tanggung jawab penjual: memilih pengangkut samudra dan membayar biaya angkut smapai pelabuhan tujuan, menaikkan barang sampai ke alat angkut, mendapatkan lisensi ekspor

Tanggung jawab pembeli: menerima barang yang diangkut oleh jasa angkutan, membayar pajak impor, membayar asuransi (bandingkan dengan CIF), melewati pabean

Pengalihan resiko/tanggung jawab: saat barang melewati pagar kapal di pelabuhan pengiriman

CIF (Cost, Insurance and Freight)

CIF harus dibandingkan dengan CFR, karena pada prinsipnya CIF dan CFR sama, hanya saja CIF menambahkan kewajiban penjual untuk membayarkan biaya asuransi (insurance). Asuransi kelautan (marine insurance) umumnya sebesar harga dalam bukti pembelian (invoice) ditambah 10%.

Moda transportasi: hanya laut dan air

Tanggung jawab penjual: sama seperti CFR, dengan tambahan membayar biaya asuransi kelautan

Tanggung jawab pembeli: sama seperti CFR, namun pembeli tidak menyediakan asuransi

Pengalihan resiko: saat barang melewati pagar kapal di pelabuhan pengiriman. Jika barang hilang/rusak di tengah jalan, pembeli dapat melakukan klaim asuransi

CPT (Carriage Paid To)

CPT sama seperti CFR, hanya saja berlaku untuk semua moda transportasi. Maka penjual turut bertanggung jawab untuk menaikkan dan membayar biaya menaikkannya, termasuk mengatur dan membayar biaya pengantaran barang sampai ke pelabuhan tujuan.

Moda transportasi: laut, air, truk, kereta, atau semua

Tanggung jawab penjual: sama seperti CFR, hanya saja untuk semua moda transportasi

Tanggung jawab pembeli: sama seperti CFR

Pengalihan resiko: saat barang tiba pada jasa angkut pertama

CIP (Carriage and Insurance Paid To)

CIP sama seperti CIF, hanya saja berlaku untuk semua moda transportasi (bandingkan juga dengan CPT).

Moda transportasi: laut, air, truk, kereta, atau semua

Tanggung jawab penjual: sama seperti CIF, hanya saja untuk semua moda transportasi

Tanggung jawab pembeli: sama seperti CIF

Pengalihan resiko: saat barang tiba pada jasa angkut pertama. Jika barang rusak/hilang di tengah jalan, pembeli dapat mengajukan klaim asuransi.

***

KELOMPOK D, meliputi:

DAF (Delivered at Frontier)

DAF berarti penjual bertanggung jawab untuk pengangkutan dan membayar biaya angkutnya sampai pada suatu titik perbatasan pada negara pengimpor. Penjual juga melewatkan barang tersebut melalui pabean.

Moda transportasi: bisa semua, umumnya untuk pengangkutan kereta internasional

Tanggung jawab penjual: pengangkutan sampai titik batas negara pengimpor, melalui pabean

Tanggung jawab pembeli: pengangkutan dari titik batas sampai tempat tujuan, membayar bea impor

Pengalihan resiko/tanggung jawab: ketika barang siap diserahkan dari penjual pada pembeli di titik batas negara pengimpor

DES (Delivered Ex Ship)

DES berarti penjual mengatur pengangkutan dan pembayarannya sampai ketika kapal yang dimaksud tiba di pelabuhan tujuan dan barang siap diturunkan dari kapal.

Moda transportasi: laut dan air

Tanggung jawab penjual: mengatur pengangkutan hingga pelabuhan tujuan

Tanggung jawab pembeli: membongkarmuat dari kapal dan membayarnya, melalui pabean

Pengalihan resiko/tanggung jawab: ketika barang sudah siap dibongkarmuat saat tiba di pelabuhan tujuan

DEQ (Delivered Ex Quay)

DEQ berarti penjual mengatur pengangkutan dan pembayarannya sampai ketika barang tersebut dibongkarmuat pada dermaga di pelabuhan tujuan.

Moda transportasi: laut dan air

Tanggung jawab penjual: mengatur pengangkutan hingga pelabuhan tujuan, membongkarmuat barang sampai ada di dermaga pelabuhan tujuan

Tanggung jawab pembeli: menerima barang dan melalui pabean, membayar bea impor, mengantarkan barang sampai tujuan terakhir di place of business pembeli

Pengalihan resiko/tanggung jawab: saat barang diturunkan sampai pada dermaga. Penjual umumnya mengasuransikan barangnya.

DDU (Delivery Duty Unpaid)

DDU sifatnya sama seperti DEQ, hanya saja berlaku untuk semua moda transportasi.

Moda transportasi: laut, air, truk, kereta, atau semua

Tanggung jawab penjual: sama seperti DEQ.

Tanggung jawab pembeli: menerima barang sampai pada tempat yang dijanjikan, melalui pabean dan membayar bea impor

Pengalihan resiko/tanggung jawab: saat barang telah tiba di barang yang dijajikan. Penjual umumnya mengasuransikan barangnya.

DDP (Delivery Duty Paid)

DDP sifatnya sama dengan DDU, hanya saja penjual mengusahan lisensi impor, membayar bea impor, dan melalui barang lewat pabean. Pada umumnya barang dikirimkan sampai tempat tujuan akhir, yaitu place of business dari si pembeli.

Moda transportasi: laut, air, truk, kereta, atau semua

Tanggung jawab penjual: sama seperti DDU, hanya saja penjual mengurusi semau proses pengangkutan sampai tempat tujuan akhir

Tanggung jawab pembeli: menerima barang sampai pada tempat yang dijanjikan

Pengalihan resiko/tanggung jawab: ketika barang diantarkan dan tiba sampai tempat tujuan. Penjual umumnya mengasuransikan barangnya.

***

Terima kasih juga kepada buku Schaffer, Agusti and Earle. International Business Law and its Environment, 7e. 2009. Mason, OH: Cengage Learning.

 

MUN 101: Phrases

Kali ini, MUN 101 akan memberikan sejumlah frasa yang paling umum diucapkan selama konferensi MUN, yang pada umumnya dipakai di manapun konferensi MUN itu diadakan.

These are some of the commonly used phrases during MUN conferences, usually universally used wherever the conference is held.

“Decorum, delegates!”, or “Order! Order, delegates!”

Decorum merupakan bahasa Latin yang berarti sopan santun. Ketika chair mengetukkan gavel (palu sidang) dan mengatakan “Decorum”, berarti seluruh delegasi diharapkan dapat menjaga sopan santun dan ketertiban jalannya sidang. Hal yang sama ketika chair mengatakan “Order”.

Decorum is a Latin word meaning manners. When the chair knocks the gavel and says “Decorum”, it means that all delegates has to keep the manners and order of the session. It’s the same when the chair says “Order”.

“All those in favor?” often followed by “… please raise your placards.”

Kalimat ini diucapkan saat chair melakukan proses voting. Pada umumnya chair akan menggunakan pola kalimat demikian:

“We are going to vote on … . All those in favor (please raise your placards).”

Hal ini meminta delegasi untuk mengangkat placard mereka ketika mereka menyatakan setuju terhadap mosi yang dimaksud.

This phrase is used when the chair is to conduct a voting process. Commonly the chair will use this pattern of sentence:

“We are going to vote on … . All those in favor (please raise your placards).”

It requests the delegates to raise their placards when they are agree on certain motion being voted.

“Is there any motions on the floor?”

Hal ini diucapkan oleh chair ketika kesempatan untuk mengusulkan mosi telah dibuka. Jawaban yang diharapkan adalah mosi dari delegasi, misal:

“Is there any motions on the floor?”

“The Delegates of India would like to propose a moderated caucus for 10 minutes with 1 minute speaking time to discuss the presence of UN Peacekeeping force in Lebanon.”

“The motion is in order. Any other motions on the floor?”

Ketika chair mengatakan mosi tersebut bisa diajukan, chair biasanya akan mengatakan “the motion is in order.” Jika tidak, chair akan mengatakan “the motion is not in order”, atau seringkali menggunakan kata “I have to rule this dilatory.”

This phrase is used by the chair when the delegates are allowed to propose any motions. The expected response is on the form of motions from the Delegates, for example:

“Is there any motions on the floor?”

“The Delegates of India would like to propose a moderated caucus for 10 minutes with 1 minute speaking time to discuss the presence of UN Peacekeeping force in Lebanon.”

“The motion is in order. Any other motions on the floor?”

When the chair agrees that the motion may be proposed, the chair usually will say “the motion is in order”. If not, the chair will say “the motion is not in order”, or often use the phrase “I have to rule this dilatory.”


MUN 101: Placards

Apa itu placard? Placard merupakan salah satu alat konferensi paling penting dalam Model United Nations (MUN). Pada umumnya, per delegasi dalam suatu komisi akan mendapatkan 1 placard (umumnya berbentuk kertas bertuliskan nama negara dalam Bahasa Inggris). Placard berguna sebagai alat identifikasi delegasi.

Tindakan dengan placard: delegasi mengangkat placard miliknya untuk menentukan pilihan, antara lain saat absensi (roll call), atau saat proses voting (yes/no/abstain).

Perlakuan terhadap placard: placard harus diperlakukan dengan baik selama MUN, tidak dicoret-coret atau dirusak. Rusak/hilangnya placard bisa berakibat dilarang ikut dalam sesi konferensi.

What are placards? Placard is one of the most important thing in Model United Nations conferences. One delegation at a certain committee will usually get one placard, commonly in the form of a card, printed with the name of the country in English. It is useful as identification tool.

Delegates usually raise their placards for a roll call and to cast their vote during voting (yes/no/abstain).

 

Placard should be handled with care. Do not write anything/give any marks on your placard. Losing/damaging your placard may cost you your participation in the session.

[Diperbarui] UUD 1945 dalam Bahasa Inggris

Pembaruan: Laman ini kini dilengkapi dengan naskah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (setelah amandemen) dalam Bahasa Inggris. Terjemahan ini diambil dari Constitute Project (constituteproject.org).

Laman ini semula menampilkan Pembukaan UUD 1945 dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kini, saya melengkapi laman ini untuk menampilkan pula naskah UUD 1945 (setelah amandemen keempat) dalam bahasa Inggris.

Continue reading [Diperbarui] UUD 1945 dalam Bahasa Inggris