[Review] Animal Crossing: New Horizons: Sebuah Liburan Panjang

Ada kalanya, sebuah video game memaksa kita untuk berpikir ulang, tujuan akhir apa yang video game tersebut inginkan untuk kita capai? Tentu hampir semua video game punya mode cerita (story mode) yang punya ujung dan pangkal. Berbagai video game lain punya sistem level, sehingga pemain akan bergerak dalam sistem progression yang jelas.

Animal Crossing: New Horizons (selanjutnya saya singkat “ACNH“) menantang konsep tersebut.

Biarpun saya hidup pada generasi video game yang sifatnya tidak ada akhir (open-ended) seperti seri Harvest Moon, ACNH tetap unik buat saya. Rilis tepat sekali waktunya saat pandemi COVID-19 merajalela di seluruh dunia, ACNH, yang tersedia eksklusif hanya untuk konsol Nintendo Switch, disebut-sebut menyediakan escape bagi banyak orang yang harus berdiam diri di rumah—dan tidak bisa berlibur ke mana-mana. Bagaimana sebuah video game yang lebih terlihat lucu—bahkan imut—dan kadang terlihat berulang, bisa begitu sukses dan menjadi pilar keberhasilan Nintendo selama tahun 2020?

Continue reading [Review] Animal Crossing: New Horizons: Sebuah Liburan Panjang