Saying goodbye to reason

Jakarta is a place that I hold dear. This is the metropolitan city where I was born, where I grew up, and today, where I live. It is a city whose history I learn since childhood, a capital city whose name I memorized first as I held my first globe, likely the first city that I could spell by name when I was younger.

Today, the city turns its page to a new page, and it is all murky. Continue reading “Saying goodbye to reason”

Transportasi Persaingan Sempurna

Jika hal ini akan terdengar ironis bagi Anda, saya menulis tulisan yang Anda baca ini di dalam sebuah taksi yang cukup terkenal—warnanya biru—dan terjebak macet di tengah hujan. Sempurna.

Kemarin, Jakarta digoyang aksi unjuk rasa dari pengemudi angkutan umum, yang kelihatannya mayoritas berasal dari pengemudi taksi. Tuntutannya? Meminta agar pemerintah melarang layanan transportasi berbasis aplikasi dalam jaringan (LTBA, rumit? online application transportation service). Alasannya, karena tidak saja dianggap ilegal, keberadaan mereka juga dipandang menggerus ladang penghasilan mereka. Continue reading “Transportasi Persaingan Sempurna”