Nintendo Switch Baru!?

Di tengah malam-malam bolong, Nintendo tiba-tiba merilis model Nintendo Switch baru—bukan model yang dikira akan keluar dalam tahun ini.

Sesuai model pemberian nama Nintendo yang ‘lucu’, Nintendo Switch ini diberi nama “Nintendo Switch (OLED Model)” untuk menunjukkan perbedaan utama antara model baru dengan model lama—model baru ini menggunakan layar teknologi OLED yang ditujukan untuk memberi kualitas grafis yang lebih baik dibanding layar LCD yang digunakan kini.

Meski begitu, OLED Model ini bukanlah “Nintendo Switch Pro” yang banyak digosipkan banyak orang sepanjang tahun ini. Untuk mesin, Nintendo Switch, Switch Lite, dan OLED Model menggunakan prosesor dan memori random yang sama persis—sehingga tidak ada ‘perbedaan tenaga’ antara ketiga model ini. Selain layar OLED, model baru mengubah desain sandaran di bagian belakang layar, menambah ukuran penyimpanan menjadi 64 GB, serta mengubah pelantang yang digunakan.

OLED Model dijual lebih mahal US$50 menjadi US$350 dan akan tersedia di bulan Oktober 2021.

[Review] Animal Crossing: New Horizons: Sebuah Liburan Panjang

Ada kalanya, sebuah video game memaksa kita untuk berpikir ulang, tujuan akhir apa yang video game tersebut inginkan untuk kita capai? Tentu hampir semua video game punya mode cerita (story mode) yang punya ujung dan pangkal. Berbagai video game lain punya sistem level, sehingga pemain akan bergerak dalam sistem progression yang jelas.

Animal Crossing: New Horizons (selanjutnya saya singkat “ACNH“) menantang konsep tersebut.

Biarpun saya hidup pada generasi video game yang sifatnya tidak ada akhir (open-ended) seperti seri Harvest Moon, ACNH tetap unik buat saya. Rilis tepat sekali waktunya saat pandemi COVID-19 merajalela di seluruh dunia, ACNH, yang tersedia eksklusif hanya untuk konsol Nintendo Switch, disebut-sebut menyediakan escape bagi banyak orang yang harus berdiam diri di rumah—dan tidak bisa berlibur ke mana-mana. Bagaimana sebuah video game yang lebih terlihat lucu—bahkan imut—dan kadang terlihat berulang, bisa begitu sukses dan menjadi pilar keberhasilan Nintendo selama tahun 2020?

Continue reading “[Review] Animal Crossing: New Horizons: Sebuah Liburan Panjang”

Stadium di Video Game

Sudah sejak lama sebetulnya, EA mendapat ‘kecaman’ gara-gara menerbitkan game FIFA dengan seri Legacy Edition untuk Nintendo Switch. Alasannya, nama Legacy Edition adalah cara EA untuk ‘berkelit’ dari tidak memasukkan fitur-fitur baru ke dalam rilis terbaru game tersebut, seperti misalnya fitur VOLTA yang hilang dari FIFA 20.

Tapi ini bukan review untuk game FIFA. Melainkan, saya hanya ingin menunjukkan bahwa dengan Legacy Edition sekalipun, yang dijalankan di sebuah konsol yang dibilang ‘kurang bertenaga’ atau ‘grafisnya jelek’ (apalagi jika dibanding dengan konsol-konsol terbaru seperti PS5), FIFA masih menunjukkan stadium-stadium dengan visual yang lumayan apik, terlihat cukup nyata, dan menarik.

Continue reading “Stadium di Video Game”