Hari-hari Setelah Divaksin

Di awal bulan Juni ini, terbuka kesempatan untuk ikut serta dalam program vaksin “2+1 di bawah 50 tahun,” yang artinya, seseorang yang ada di luar kelompok umur sasaran vaksinasi COVID-19 boleh menerima vaksin apabila membawa dua orang lain yang berusia 50 tahun. Kebetulan saja, ada persis dua orang yang bisa dibawa untuk ikut serta—jadi saya berpartisipasi pada satu hari Kamis di bulan Juni ini.

Selama ini sebetulnya saya berpikir, sepertinya banyak sekali orang yang mau untuk menerima vaksin COVID-19—apapun vaksinnya—hanya karena adanya target prioritas dan kelompok usia yang memang lebih rentan, bisa dipahami bahwa vaksinasi dilakukan kepada kelompok target ini. Betul saja, hanya beberapa menit setelah informasi soal dibukanya program “2+1” tersebut diumumkan, slot sudah habis!

Di sisi lain, saya sangat penasaran tentang satu hal: apakah saya akan mengalami kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI), atau semacam ‘efek samping’ dari vaksin seperti yang diberitahukan banyak orang? Lewat tulisan kali ini, saya ingin berbagi seperti apa pengalamannya.

Continue reading Hari-hari Setelah Divaksin