“And Solksjaer has won it!”

There are only so many times in my life when my heart pounded like that. I think I could actually hear my own heartbeat during that passing minutes. As the referee went to the VAR screen, looking whether a penalty should be given or not.

And it was given. And it was converted.

Continue reading ““And Solksjaer has won it!””

Ini Dia Sang Maha-Derbi

Saya telah beberapa tahun terakhir menyaksikan Derbi Manchester, dan saya menyadari pula makna derbi ini bagi kedua klub. Selama waktu-waktu terakhir, khususnya ketika Manchester City telah keluar dan berganti status dari ‘tetangga berisik’ (noisy neighbors) untuk menjadi juara Liga Inggris beberapa kali.

Continue reading “Ini Dia Sang Maha-Derbi”

Bagaimana Anda membungkus sebuah produk

Ada sedikitnya tiga cara bagi sebuah perusahaan untuk membungkus (package) produk yang dijualnya. Pertama, tidak perlu bungkus apa-apa, cukup barangnya saja. Kedua, ada bungkus biasa, standar, hanya untuk menjawab tujuan pragmatis demi penampilan luar dan perlindungan dasar. Ketiga, Anda membungkus produk untuk membangkitkan gelora konsumen dalam menggunakan produk Anda.

Mari belajar dari Apple. Continue reading “Bagaimana Anda membungkus sebuah produk”

Alangkah Indahnya Kalau Suara Dipadu!

Saya bergabung bersama sebuah paduan suara sebelas tahun yang lalu, di penghujung tahun 2006. Tepatnya, sebuah paduan suara sekolah menengah atas. Setelah itu, saya tetap aktif bersama paduan suara tersebut hampir 10 tahun lamanya, bahkan lama seusai saya lulus dari sekolah tersebut.

Beberapa hari ini, saya ikut merenung sejenak, apa sih hebatnya paduan suara? Lama berpikir sambil mendengarkan lagu-lagu paduan suara nan indah, saya menemukan beberapa titik terang.

Singkatnya, bersyukurlah Anda jika Anda bernyanyi. Continue reading “Alangkah Indahnya Kalau Suara Dipadu!”

Thoughts on “Origin”

As usual, I welcome Dan Brown’s new novel with joy. I’ve been reading his work since The Da Vinci Code (and the lovely prequel, Angels and Demons). This time is no different. Origin is Brown’s newest novel.

I purchased one for my Kindle, and I devoured the novel in 6 something hours—cover to cover.

The story was meant to tell us about the origin and destiny of our life. Out from the longstanding debate about the role of religion in human life, who is supposed to be rational, the main character Robert Langdon’s good friend—a scientist who perhaps tried to be a bit Musk and Jobs at the same time, thought that he has found the answer, that is, before he was murdered.

Then, Langdon, the claustrophobic, user of Mickey Mouse watch, symbologist professor of Harvard bound for a journey across Spain with who was the future queen of Spain. The journey was to find a 47-character password to open a presentation file.

Only, different from Brown’s other novels, this one fell flat on me.

Continue reading “Thoughts on “Origin””